Pasien dengan patah tulang yang tidak alergi terhadap makanan laut bisa mendapatkan manfaat dari makan makanan laut dengan benar. Penting untuk dicatat bahwa hidangan laut juga kaya akan kalsium, zat besi, mangan dan elemen lainnya, serta kandungan protein yang tinggi. Fraktur harus ditangani secara aktif sesuai dengan tingkat dan bentuk fraktur, karena sebagian besar fraktur terasa nyeri dan dapat memengaruhi fungsi area yang cedera. Tujuan utama MRI adalah untuk menentukan apakah jaringan lunak yang berdekatan dengan fraktur telah rusak sejauh yang diperlukan. Asupan kalsium dan protein dalam jumlah yang cukup sangat membantu dalam pemulihan patah tulang, sehingga pasien dengan patah tulang dapat makan makanan laut dalam jumlah sedang, tetapi perlu dicatat bahwa jika makanan laut dikontraindikasikan dalam pengobatan oral selama pemulihan patah tulang, diet harus diperhatikan sesuai dengan instruksi untuk minum obat.