Pasien obesitas perlu mengendalikan berat badan mereka untuk mengurangi risiko kekambuhan
Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko tinggi untuk kanker lambung. Indeks massa tubuh (BMI) = berat badan (kg) / tinggi badan (m) x tinggi badan (m), yang didefinisikan oleh WHO sebagai kelebihan berat badan dengan BMI ≥ 25 dan obesitas dengan BMI ≥ 30. Pasien dengan kanker lambung seperti itu perlu mengontrol berat badan mereka melalui diet untuk mengurangi risiko kekambuhan dan kanker lambung kedua.
Diet Mediterania mengurangi risiko kekambuhan dan kematian pada pasien kanker lambung
“Diet Mediterania” mungkin merupakan diet ideal untuk pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan kanker lambung. Diet Mediterania adalah diet yang diwakili oleh wilayah Mediterania, yang mendorong konsumsi sayuran segar, buah-buahan, ikan, makanan laut, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan sereal, dan penggunaan minyak nabati (seperti minyak zaitun) alih-alih minyak hewani (seperti lemak babi dan mentega). Penelitian telah menunjukkan bahwa diet Mediterania tidak hanya mengarah pada risiko kanker perut yang lebih rendah, tetapi juga penurunan 28% risiko kematian pada pasien kanker perut. Alasannya adalah bahwa diet Mediterania, yang mencakup sayuran, buah dan biji-bijian, dapat dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat kanker perut, dan bahwa diet yang lebih ringan ini membantu mengendalikan berat badan, yang juga membantu mengurangi kejadian atau kekambuhan kanker perut.
Diet Mediterania bisa jadi sulit untuk diikuti, tetapi adaptasi lokal dapat membantu
Namun demikian, ada perbedaan regional antara wilayah Mediterania dan negara kita sendiri, dan terkadang beberapa resep tidak mudah diikuti oleh pasien. Diet Mediterania dicirikan oleh kandungan serat tinggi, protein tinggi, rendah lemak dan rendah kalori. Makanlah 1-2 karton susu, atau yoghurt untuk orang yang tidak toleran terhadap laktosa; tidak lebih dari 1 tael daging merah dan tidak lebih dari 3 kali seminggu; segenggam kacang kedelai dan kacang-kacangan, setidaknya 3 kali seminggu; gunakan minyak nabati seperti minyak zaitun (minyak kedelai dan minyak kacang tanah juga dapat digunakan) saat memasak, hindari minyak hewani, dan jaga agar pengolahan makanan sesederhana mungkin, terutama mengukus, merebus dan merebus, hindari menggoreng.
Misalnya, pasien dengan berat badan 60kg akan membutuhkan sekitar 1800kkal per hari. Resep 2 hari untuk diet Mediterania Cina berikut ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi ini, meskipun jenis makanan dan ukuran porsinya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh dan preferensi individu pasien.
Meskipun diet Mediterania itu baik, namun tidak cocok untuk semua orang
Penting untuk dicatat bahwa diet Mediterania lebih banyak berbasis tanaman dan dapat menyebabkan malnutrisi pada pasien dengan masalah pencernaan (misalnya tukak lambung) jika mereka mengalami kesulitan menyerap terlalu banyak makanan nabati. Oleh karena itu, ini lebih cocok untuk pasien yang kelebihan berat badan dan obesitas yang telah sepenuhnya pulih fungsi gastrointestinalnya. Ini tidak cocok untuk pasien dengan cachexia, dan juga tidak boleh digunakan untuk pasien yang berisiko gizi, seperti mereka yang telah menjalani gastrektomi subtotal, yang perlu berkonsultasi dengan dokter mereka sebelumnya.