Ada berapa jenis gagal jantung?

Terdapat dua jenis utama gagal jantung: gagal jantung sistolik dan gagal jantung transmural. Gagal jantung sistolik disebabkan oleh penurunan kapasitas ejeksi ventrikel, yang tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk memompa darah ke dalam sistem peredaran darah. Akhirnya, darah dari sirkulasi paru menumpuk di paru-paru, menghasilkan stasis paru dan peningkatan produksi cairan di alveoli, yang menyebabkan gejala sesak napas. Sejauh ini, ini adalah jenis gagal jantung yang paling umum. Gagal jantung diastolik (gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal) disebabkan oleh berkurangnya relaksasi jantung. Pada kebanyakan kasus, gagal jantung diastolik berhubungan erat dengan hipertensi dan hipertrofi jantung. Jenis gagal jantung ini juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang bermanifestasi sebagai edema pada pergelangan kaki, tungkai dan kaki. Ada juga tanda-tanda stasis paru. Namun, tidak banyak yang dapat dilakukan dokter terhadap jenis gagal jantung ini, dengan kontrol tekanan darah dan penggunaan diuretik sebagai andalan.