Gejala kanker lambung stadium lanjut dapat dimanifestasikan sebagai nyeri perut bagian atas yang terus-menerus disertai muntah, tinja berwarna hitam, anemia, massa perut, wasting (kurus) dan gejala klinis lainnya. Gejala klinis pasien dengan kanker lambung stadium lanjut sangat menonjol karena tumor di lambung telah tumbuh secara signifikan dan ada kemungkinan metastasis jauh dan metastasis kelenjar getah bening. Oleh karena itu, gejala klinisnya bisa berupa rasa sakit yang jelas di perut bagian atas, disertai dengan kehilangan nafsu makan, kesulitan makan, kekurusan yang jelas, muntah, anemia dan gejala klinis lainnya. Jika pasien tidak dapat makan dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan malnutrisi dan cachexia yang parah, yang pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan banyak organ dan menyebabkan kematian. Jika pasien dipastikan menderita kanker lambung stadium lanjut, bahkan jika pembedahan tidak memungkinkan, ia tetap harus diobati secara aktif dengan kombinasi terapi, seperti kemoterapi, radioterapi atau terapi obat bertarget molekuler. Tujuan utamanya adalah untuk memperpanjang kelangsungan hidup pasien dan secara aktif meningkatkan kualitas hidup. Pasien yang tidak dapat makan, bisa diobati dengan pemberian makanan melalui hidung atau pembedahan stenting, atau pada kasus yang parah, dengan nutrisi parenteral. Walaupun tidak mungkin menyembuhkan penyakit ini pada stadium lanjut, namun dimungkinkan untuk meningkatkan waktu kelangsungan hidup pasien melalui kombinasi perawatan.