Setiap musim perayaan, banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan akibat makan dan minum selama Tahun Baru Imlek. Karena musim semi telah tiba dan semuanya mulai bangun, penting untuk pergi ke pedesaan untuk merasakan energi musim semi dan meluangkan waktu untuk menggerakkan otot-otot Anda dan menyingkirkan lemak yang telah Anda kumpulkan. Lari adalah salah satu olahraga massal yang paling populer dan mudah dilakukan. Tidak memerlukan peralatan atau dukungan apa pun dan tidak dibatasi oleh ruang atau waktu, sehingga cocok untuk tua maupun muda. Ini juga efektif dalam memperkuat tubuh, memperpanjang usia dan mencegah serta mengobati penyakit. Namun, lari yang tidak ilmiah juga bisa menyebabkan kerusakan lutut, sehingga jalan kaki harus lebih sehat menjadi “betapa menyakitkan untuk dipahami”. A, lari sedang, bermanfaat bagi tubuh Jika kelebihan berat badan tidak terlalu banyak, selama postur berlari masuk akal, jumlah latihan tidak terlalu banyak, dan tidak ada penyakit lutut dasar, maka berlari tidak akan melukai lutut, tetapi akan meningkatkan kekuatan sendi tubuh, mengurangi kemungkinan penyakit. Namun demikian, postur lari yang salah bisa menyebabkan nyeri lutut dan “running knee”. Ketika “running knee” pertama kali muncul, pelari hanya merasakan sakit selama atau setelah berlari, dan rasa sakitnya memburuk ketika duduk dan meluruskan kaki. Rasa nyeri lebih terasa ketika duduk dengan lutut ditekuk untuk jangka waktu yang lama, menuruni tangga atau berjalan mendaki bukit kecil. Nyeri yang disebabkan oleh “running knee” umumnya cenderung terjadi di dua area: nyeri pada ligamen patela atau tendon patela, dan nyeri pada bagian luar lutut. Nyeri pada ligamen patela atau tendon patela biasanya disebabkan oleh kerusakan pada sisi medial lutut, sedangkan nyeri pada sisi lateral lutut biasanya disebabkan oleh nyeri otot, terutama karena kurangnya kekuatan otot pada paha depan. Beban yang berat, pendaratan yang tidak ilmiah, dan tidak melakukan pemanasan dan peregangan sebelum berlari, dapat dengan mudah menyebabkan “running knee”. Kedua, apa yang dirasakan lutut, Anda harus berhenti berlari? Jika Anda merasakan nyeri pada lutut Anda, istirahatlah dan jangan berolahraga untuk sementara waktu sampai rasa sakitnya mereda atau hilang. Seperti kata pepatah, “butuh 100 hari untuk mematahkan tulang”. Hanya ketika sendi lutut diistirahatkan dengan baik, barulah dapat digunakan dengan lebih baik untuk olahraga di masa depan. 3. Bagaimana cara meredakan “lutut yang berlari”? Pelari harus mengurangi jumlah latihan begitu mereka merasakan nyeri lutut. Jika rasa sakitnya parah, Anda harus berhenti berlari selama 2-4 minggu dan mengoleskan es batu kecil atau handuk yang dibasahi air dingin ke area yang nyeri selama fase akut. Setelah fase akut, rasa nyeri dapat diobati dengan pijat atau akupunktur. Jika Anda mengalami nyeri otot, perhatikan pengkondisian pasca latihan, makanan yang lebih basa, minum vitamin C atau minuman olahraga untuk meredakan nyeri otot. Sebelum berlari, lakukan pemanasan selama 5 menit untuk menggerakkan otot, tulang dan persendian Anda. Latihan Peregangan Gerakan pemanasan untuk sendi lutut termasuk squat, mengangkat kaki tinggi dan menendang ke belakang, selain meregangkan otot paha untuk membantu melindungi lutut selama latihan. Melatih otot-otot kaki Otot-otot adalah perlindungan terbaik untuk persendian, karena otot-otot ini melilit tulang. Jika Anda merasa sendi lutut Anda tidak cukup kuat, Anda bisa melakukan half squat atau arrow squat ke dinding untuk meningkatkan kekuatan otot kaki Anda, terutama di sekitar sendi lutut.