Pemeriksaan payudara sendiri secara menyeluruh dilakukan dengan pemeriksaan payudara secara visual dan taktil.
Pertama, pemeriksaan payudara sendiri harus mencari perubahan kulit yang tidak normal, seperti perubahan selulit, bisul atau lesung pipit di kulit, simetri payudara bilateral dan benjolan kulit yang terangkat.
Kedua, payudara harus diraba secara rinci, dan jika ada benjolan, harus dieksplorasi dan dirasakan secara rinci untuk mengetahui batas-batas permukaan, bentuk, tekstur, dan pergerakan benjolan.
Terakhir, perhatian harus diberikan pada adanya pembesaran kelenjar getah bening di ketiak dan adanya cairan abnormal dari area areola puting susu, terutama jika berdarah. Pemeriksaan diri di cermin, pemeriksaan di kamar mandi dan palpasi berbaring biasanya digunakan. Palpasi payudara, seperti namanya, adalah penggunaan palpasi untuk memeriksa payudara. Urutan palpasi payudara mengikuti empat kuadran, biasanya kuadran atas, atas, bawah, dan bawah, terutama dengan meraba areola, kemudian meremas puting susu untuk melihat apakah ada luapan, diikuti dengan meraba ketiak dan klavikula. Dianjurkan untuk rileks dan menghindari stres selama pemeriksaan.