1. Prinsip-prinsip diet yang rasional Makanan yang dapat dimakan lebih sering: (1) protein hewani berkualitas tinggi; (2) makanan yang kaya vitamin B dan vitamin C; (3) makanan yang kaya serat, seperti roti gandum, beras merah, pasta tebal dan sereal berserat tinggi, yang dapat mengurangi terjadinya konstipasi, yang dapat dengan mudah menyebabkan infeksi perut. Makanan yang harus dimakan secukupnya: (1) Hindari makanan tinggi fosfor; (2) Batasi asupan garam untuk mencegah kelebihan cairan; (3) Batasi asupan makanan manis dan lemak. 2. Asupan protein yang tepat Selama dialisis peritoneal, sekitar 5-15g protein hilang setiap hari, sehingga jumlah protein yang tepat harus dimakan setiap hari untuk menggantikan porsi yang hilang. Lebih banyak protein hewani berkualitas tinggi, seperti ikan, daging tanpa lemak, susu, dan telur, harus dimakan, dan lebih sedikit protein nabati, seperti kacang-kacangan dan produk kedelai, harus dimakan. 3. Kontrol asupan karbohidrat (kalori) Biasanya, sebagian besar karbohidrat dalam makanan kita berasal dari gula dan pati dalam makanan pokok atau makanan manis, seperti nasi, roti, mie, dll. Glukosa dalam cairan dialisis pada dialisis perut juga dapat membawa kalori, dan kalori ekstra ini dapat menambah berat badan. Jika Anda sudah kelebihan berat badan, cobalah untuk menghindari gula, makanan manis dan makanan yang mengandung banyak lemak, seperti krim, daging berlemak dan susu penuh lemak. 4. Batasi asupan fosfor dan kalium dalam makanan Fosfor: peningkatan fosfor dalam darah dapat menyebabkan kulit gatal dan osteoporosis, yang sangat umum terjadi pada pasien uremik, sehingga Anda harus mengurangi makanan yang mengandung fosfor secara teratur, seperti produk susu (yoghurt, milkshake, puding), kedelai dan kacang-kacangan lainnya, jeroan hewan, ikan mas, cumi-cumi, dan udang. Kalium: Kalium darah yang meningkat dapat menyebabkan aritmia pada detak jantung, sehingga makanan yang tinggi kalium seperti buah segar (pisang, jeruk, jeruk bali), sayuran (tomat, irisan kentang, jamur), jus buah, bir, dan anggur merah harus dikonsumsi secukupnya. Namun, pasien dengan kondisi yang buruk dapat menderita kalium darah rendah karena asupan yang tidak mencukupi. Jika tes darah menunjukkan kalium darah rendah, asupan kalium harus ditambah atau diobati di bawah pengawasan medis. 5. Metode memasak yang benar Selain memperhatikan asupan berbagai komponen makanan, metode memasak yang benar juga dapat membantu mencapai efek pengobatan diet yang diinginkan. (1) Mengurangi kadar kalium ① Rendam sayuran berdaun hijau dalam air yang banyak selama setengah jam atau lebih, lalu buang airnya dan panaskan dalam air yang banyak dan mendidih. (2) Sayuran umbi-umbian yang mengandung kalium tinggi, seperti kentang, harus dikupas, dipotong tipis-tipis dan direndam dalam air sebelum dimasak. ③Dianjurkan untuk makan lebih banyak sup melon, seperti melon musim dingin dan loofah, karena mengandung lebih sedikit kalium daripada sup sayuran hijau, dan semua sup yang terbuat dari sayuran mengandung kalium. (4) Buah dan sayuran kalengan telah mengurangi kandungan kalium selama pembuatan dan pemrosesan, tetapi harus memperhatikan bahan tambahan di dalam kaleng. (2) Kurangi kandungan natrium ①Bumbu yang digunakan haruslah sedikit dan kurangi penggunaan bumbu yang mengandung natrium tinggi seperti garam, kecap asin, MSG, saus tiram, dan berbagai macam saus yang sudah jadi. ②Hindari penggunaan bahan makanan yang mengandung garam tinggi seperti sayuran plum, acar, dan labu. ③Bereksperimenlah dengan beberapa bumbu rendah natrium yang dapat menambah cita rasa pada masakan Anda. Misalnya lada, cuka, gula, anggur, bubuk lima rempah, merica, adas bintang, ketumbar, kulit, mustard, daun bawang, jahe, bawang putih, air jeruk nipis, air jeruk nipis, cabai, dll. (3) Hindari rasa haus ① Hindari menggunakan bahan acar dan bumbu yang mengandung garam tinggi. (②Tambahkan irisan lemon atau daun mint pada minuman. ③Buatlah minuman menjadi es batu dan tahan di dalam mulut Anda untuk efek penghilang rasa haus yang lebih baik. Hindari minum teh atau kopi kental. (4) Cara memasak untuk penderita diabetes ① Gunakan gula dalam jumlah terbatas atau gunakan pengganti gula sebagai penyedap rasa, tetapi pengganti gula tidak boleh dimasak dengan suhu tinggi karena rasa manisnya akan berkurang karena panas. Hindari makanan dengan kadar gula tinggi seperti minuman ringan, permen, kue-kue manis, dan buah-buahan kalengan (yang dibuat dengan air manis). ③Makan makanan bertepung secara teratur sebagai sumber kalori utama. Hindari makanan tinggi kolesterol dan gunakan sedikit minyak sayur untuk memasak. ⑤ Tingkatkan jumlah makanan yang kaya serat makanan. 6. Struktur diet harian yang direkomendasikan (1) Biji-bijian: 200-250 g. (2) Sayuran dan buah-buahan: 300-400 g melon dan buah-buahan dengan fosfor rendah dan kalium rendah, seperti melon musim dingin, labu Buddha, labu emas, mentimun, kubis, tauge, pir, apel, dll. (3) 1 botol susu atau yoghurt (200-300 mL) (4) 1 butir telur (50 gram) (5) Ikan atau daging: 100-150g. (6) Kacang kedelai atau produk kedelai: 40g kacang kedelai (setara dengan 100g tahu), lebih sedikit untuk mereka yang memiliki fosfor darah tinggi. (7) Bumbu: 25g minyak, 3g garam, 25g gula. (8) Asupan air harian = 500 mL + volume urin hari sebelumnya + volume pembuangan dialisis peritoneal bersih hari sebelumnya (dan volume ultrafiltrasi).