Pengetahuan populer tentang spondyloarthropathies

1 . Apa itu spondyloarthritis? Spondyloarthritis adalah sejenis penyakit yang terutama dimanifestasikan oleh keterlibatan sendi tulang belakang, termasuk ankylosing spondylitis umum, radang sendi reaktif, radang sendi psoriatis, radang sendi penyakit radang usus dan sebagainya. Faktanya, spondiloid tidak hanya memengaruhi tulang belakang dan sendi sakroiliaka yang terletak di bokong, tetapi juga menyebabkan artritis perifer, radang titik perlekatan tendon, uveitis, dan kelainan jantung-paru. Pada kasus yang parah dan berkepanjangan, kelainan bentuk tulang belakang dan disfungsi dapat terjadi, yang menyebabkan kecacatan. Namun, dengan latihan fungsional yang tepat dan pengobatan aktif, terutama pengobatan biologis, kondisi sebagian besar pasien dapat dikontrol dengan baik. 2. Apa saja karakteristik ankylosing spondylitis, artritis psoriatis, dan artritis reaktif? Ankylosing spondylitis lazim terjadi pada pria muda, terutama bermanifestasi sebagai nyeri punggung bawah, nyeri bergantian di daerah pinggul di kedua sisi, rasa sakitnya paling parah di malam hari, dan dapat diredakan setelah beraktivitas. Hampir setengah dari pasien ini mengalami nyeri akar paha dan gerakan yang terbatas. Selain itu, dapat terjadi pembengkakan dan nyeri pada sendi lutut dan pergelangan kaki, dan iridocyclitis terjadi pada beberapa pasien. Manifestasi khas artritis reaktif adalah artritis, konjungtivitis, dan uretritis, sejenis artritis yang terkait dengan infeksi, yang sering dipicu oleh infeksi bakteri pada saluran kemih, alat kelamin, atau usus. Pasien dapat muncul dengan gejala sistemik seperti demam dan malaise, dan dapat muncul dengan peradangan pada area sendi sakroiliaka, tetapi sering kali secara sepihak. Artritis psoriatis mengacu pada manifestasi rematik pasien akibat psoriasis. Di satu sisi, pasien mengalami ruam psoriasis, penebalan, perubahan warna dan lekukan seperti bidal pada kuku jari tangan dan kaki. Di sisi lain, berbagai manifestasi rematik dapat terjadi, sebagian besar asimetris, beberapa simetris, keterlibatan tulang belakang atau artritis sakroiliaka dapat terlihat. 3 . Bagaimana cara mendiagnosis spondyloarthritis? Ketika manifestasi klinis di atas terjadi, kemungkinan spondiloid harus dipertimbangkan. Faktor rheumatoid darah negatif dan HLA-B27 positif sangat membantu untuk diagnosis. X-ray sendi sakroiliaka dan pemeriksaan CT atau MRI yang lebih sensitif sangat membantu dalam diagnosis jika artritis sakroiliaka terdeteksi. 4 . Bagaimana cara mengobati spondyloarthropathies seronegatif? Perawatan umum: pasien harus menggunakan tempat tidur papan keras dan bantal rendah; perhatikan untuk menjaga postur tubuh yang benar; dan secara aktif melakukan latihan fungsional yang tidak menahan beban (berolahraga, berenang, dll.). Latihan fungsional sangat penting untuk mempertahankan fungsi sendi dan harus didorong. Terapi obat: obat antiinflamasi nonsteroid dapat meringankan gejala pasien, dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama, tetapi perlu diperhatikan bahwa obat tersebut dapat menyebabkan reaksi yang merugikan. Obat antirematik yang memodifikasi penyakit, seperti lorazepam dan metotreksat, efektif pada lesi sendi perifer. Terapi glukokortikoid dapat dipertimbangkan pada pasien dengan penyakit yang parah (misalnya, uveitis). Agen biologis.