Craniopharyngioma adalah tumor yang relatif berbahaya tanpa disertai sakit kepala atau muntah yang parah. Gejala utamanya meliputi kehilangan penglihatan, yang dapat dengan mudah disalahartikan sebagai ambliopia, atau penglihatan kabur yang disebabkan oleh stres akibat belajar yang berlebihan atau istirahat yang kurang, atau bahkan penundaan pengobatan, yang dapat menyebabkan kebutaan dan kondisi yang mengancam nyawa pada anak-anak. Craniopharyngioma adalah tumor bawaan intrakranial yang paling umum terjadi pada anak-anak, dengan 70% di antaranya terjadi pada anak di bawah usia 15 tahun. Ini adalah tumor jaringan sisa embrio, yang berasal dari sel epitel skuamosa yang tersisa dari kraniofaring primitif. Tumor ini jinak. Tumor tumbuh secara perlahan. Gejala pertama kraniofaringioma pada anak biasanya adalah kehilangan penglihatan, dengan gangguan lapang pandang sebagai gejala pertama. Penyakit ini sering dikaitkan dengan gangguan endokrin. Kelainan pada perkembangan fisik, visual, dan intelektual anak perlu menjadi perhatian orang tua dan guru. Deteksi dini kraniofaringioma sering kali dapat dilakukan dengan membawa anak ke dokter spesialis.