Pertama, insulinoma dibagi menjadi dua jenis: jinak dan ganas, lebih dari 90% adalah tumor jinak, dan hanya sekitar 10% adalah tumor ganas, jadi dari sudut pandang ini, insulinoma tidak serius. Namun demikian, insulinoma adalah penyakit langka, dengan insiden hanya 1 dari 250.000, dan manifestasi klinisnya bervariasi, yang dapat dengan mudah menyebabkan kesalahan diagnosis atau keterlambatan diagnosis, dengan literatur melaporkan tingkat kesalahan diagnosis hingga 50%. Misalnya, kehilangan memori dan penurunan mental, yang sering kali sulit untuk dikembalikan ke normal bahkan setelah pembedahan. Berdasarkan pengalaman klinis saya selama bertahun-tahun dan perkembangan penelitian terbaru di dalam dan luar negeri, saya percaya bahwa insulinoma adalah penyakit yang sangat serius. Menurut pendapat saya, diagnosis insulinoma sangat penting, dan dapat dibagi menjadi diagnosis kualitatif dan terlokalisasi, yang pertama dapat dibuat berdasarkan tanda triad whipple dan IRI/G. Diagnosis terlokalisasi relatif sulit, terutama dalam kasus insulinoma. Yang pertama dapat didiagnosis secara klinis berdasarkan triad whipple dan IRI/G, sedangkan diagnosis lokal relatif sulit, terutama diagnosis lokal pra-operasi. Saat ini, diagnosis lokalisasi pra operasi dapat dibagi menjadi metode diagnostik invasif dan non-invasif, yang pertama terutama mencakup USG-B, CT, CT yang disempurnakan, MRI, dll. Tingkat positif diagnosis lokalisasi pra operasi rendah, dengan tingkat positif terbaik dari CT spiral multi-baris, tetapi kurang dari 70%. Ultrasonografi endoskopik memiliki tingkat kepositifan terbaik, yaitu 90%, dan relatif non-invasif. Metode lokalisasi dan diagnosis yang paling dapat diandalkan adalah palpasi intraoperatif ditambah ultrasonografi intraoperatif, yang dapat mendeteksi tumor mikroskopis yang tidak dapat dideteksi pra-operasi untuk mencapai tingkat kesembuhan yang radikal. Masalah utama lainnya adalah identifikasi intraoperatif apakah tumor sudah diangkat seluruhnya. Karena sekitar 10% pasien memiliki beberapa insulinoma, identifikasi intraoperatif yang tepat waktu untuk reseksi yang bersih sangat penting. Saat ini, kombinasi pengujian glukosa intraoperatif dan ultrasonografi intraoperatif digunakan untuk mencapai reseksi lengkap pada sebagian besar kasus.