Mengapa pasien dengan tumor neuroendokrin lambung harus menjalani tes serum gastrin?

  Berdasarkan serum gastrin dan sekresi asam lambung, tumor neuroendokrin lambung yang sangat terdiferensiasi secara klinis diklasifikasikan ke dalam tiga tipe: tipe 1 (terkait dengan gastritis atrofi tipe A), tipe 2 (terkait dengan gastrinoma) dan tipe 3 (disebarluaskan, tidak tergantung pada kadar serum gastrin). Karsinoma neuroendokrin hipofraksi serta karsinoma neuroendokrin kelenjar campuran adalah tipe 4.  Baik tipe 1 maupun tipe 2 memiliki hipergastrinemia (peningkatan kadar gastrin serum). Perbedaan utama di antara keduanya adalah bahwa pasien tipe 1 memiliki kekurangan sekresi asam lambung dan memiliki latar belakang gastritis atrofi tipe A, dengan manifestasi klinis seperti bersendawa, rasa kenyang di epigastrium, atau pusing dan lemas (gejala anemia), tanpa nyeri ulu hati dan refluks asam. Pasien dengan tipe 3 tidak mengalami hipergastrinemia dan memiliki serum gastrin normal dan sekresi asam lambung normal. Lesi di perut bersifat soliter dan tumor biasanya berukuran besar, 2cm atau lebih.  Pada pasien dengan pertumbuhan di lambung dan patologi biopsi yang menunjukkan tumor neuroendokrin lambung, langkah pertama adalah melakukan tes gastrin serum. Gastrin serum yang meningkat diklasifikasikan sebagai tipe 1 atau tipe 2 dan gastrin serum normal diklasifikasikan sebagai tipe 3. Langkah selanjutnya adalah melakukan monitor pH lambung 24 jam. Pasien tipe 1 memiliki kekurangan asam lambung, tipe 2 memiliki kelebihan asam lambung dan tipe 3 memiliki produksi asam lambung yang normal.  Stadium klinis tumor neuroendokrin gaster menentukan strategi pengobatan, dan prognosis serta kelangsungan hidup pasien dengan stadium yang berbeda bervariasi. Oleh karena itu, untuk pasien dengan tumor neuroendokrin gaster, pemeriksaan serum gastrin sangat penting selain serum CgA (penanda universal untuk tumor neuroendokrin).