(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah umum dan informasi yang relevan dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Pasien laki-laki berusia 70 tahun ini didiagnosis dengan hiperkolesterolemia setelah pemeriksaan fisik sesekali menunjukkan peningkatan kadar kolesterol darah. Pasien tidak memiliki gejala yang disadari, riwayat hipertensi sebelumnya selama 10 tahun dan sesekali peningkatan asam urat darah, tetapi telah minum obat antihipertensi secara teratur dengan kontrol tekanan darah yang baik, dan kondisinya kemudian dikendalikan dengan obat penurun lipid oral standar.
[Informasi dasar] Pria, 70 tahun
Jenis penyakit】 Hiperkolesterolemia
Rumah Sakit】Rumah Sakit Xuanwu dari Universitas Kedokteran Ibu Kota
Tanggal Konsultasi】 April 2022
Rencana Pengobatan】 Obat (tablet kalsium Atorvastatin)
Masa Pengobatan】 3 bulan pengobatan rawat jalan
Efektivitas】Kondisi terkendali
I. Wawancara awal
Pasien berusia 70 tahun, berjenis kelamin laki-laki, biasanya lebih memperhatikan kondisi fisiknya, tidak memiliki kebiasaan buruk, pantang merokok dan alkohol, serta memperhatikan olahraga setiap hari, 30-40 menit setiap kali olahraga, 3-4 kali seminggu dengan sedikit berkeringat setelah berolahraga. Dia datang ke klinik kami setelah pemeriksaan fisik sesekali menunjukkan peningkatan kadar kolesterol darah dan peningkatan kadar trigliserida. Pasien mengatakan bahwa dia biasanya tidak mengalami sakit kepala atau pusing. Dia memiliki riwayat hipertensi sebelumnya selama lebih dari 10 tahun, tetapi lebih berhati-hati untuk makan makanan ringan dan tidak asin dan biasanya membatasi konsumsi lipid, seperti kuning telur dan jeroan hewan.
II. Riwayat pengobatan
Pasien dirawat di rumah sakit dan diberikan tes yang relevan, yang menunjukkan kolesterol LDL 5,58 mmol/L dan tingkat trigliserida 3,46 mmol/L. Pasien awalnya didiagnosis dengan hiperkolesterolemia. Pasien disarankan untuk mengontrol pola makannya dan mengendalikan asupan makanan penutup, karena kelebihan kalori dapat diubah menjadi lipid di hati ketika masuk ke dalam tubuh, dan untuk meningkatkan olahraganya. Mengingat usia pasien, olahraga ringan, termasuk berjalan kaki dan jogging, adalah hal utama yang harus dilakukan, tetapi olahraga berat tidak dianjurkan.
III. Hasil pengobatan
Kadar kolesterol LDL dan trigliserida pasien menurun setelah 1 bulan pengobatan dengan diet, olahraga, dan obat penurun lipid, dan tidak ada reaksi obat yang merugikan yang terjadi selama masa pengobatan.
IV. Tindakan Pencegahan
Saya senang bahwa kadar kolesterol LDL dan trigliserida pasien telah pulih. Namun demikian, pasien harus disarankan untuk makan makanan yang tidak terlalu tinggi minyak, gula dan lemak, dan lebih banyak sayuran kaya serat makanan, dan lebih banyak biji-bijian kaya serat makanan dan biji-bijian kasar sebagai makanan pokok untuk menghindari kontrol asupan makanan yang berlebihan.
V. Wawasan pribadi
Kebanyakan pasien dengan hiperkolesterolaemia, seperti pasien dalam artikel ini, umumnya tidak menunjukkan tanda dan gejala klinis yang jelas. Ketika aterosklerosis parah dan suplai darah ke otak berkurang, pasien mungkin mengalami sakit kepala dan pusing, dll. Sebagian besar pasien dengan hiperkolesterolaemia ditemukan selama pemeriksaan fisik yang tidak disengaja, dan intervensi harus dilakukan untuk mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular dalam kasus peningkatan lipid darah.
Pasien ini tidak memiliki gejala atau tanda klinis, tetapi pasien berusia 70 tahun dan berisiko tinggi untuk terjadinya kardiovaskular dan serebrovaskular, sehingga penting untuk lebih waspada dalam mengendalikan lipid dan mencoba untuk menjaganya dalam batas normal untuk mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.