Diet Mediterania mengacu pada gaya makan berdasarkan sayuran, buah-buahan, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak zaitun di negara-negara Eropa selatan seperti Yunani, Spanyol, Prancis, dan Italia selatan, yang terletak di pantai Mediterania. Penelitian telah menemukan bahwa diet Mediterania dapat mengurangi risiko penyakit jantung, melindungi otak dari kerusakan pembuluh darah dan mengurangi risiko stroke dan kehilangan memori. Istilah ‘diet Mediterania’ sekarang juga digunakan untuk merujuk pada diet sederhana, ringan dan bergizi yang kondusif untuk kesehatan yang baik. Diet ini didasarkan pada berbagai macam makanan nabati, termasuk berbagai macam buah-buahan, sayuran, kentang, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Gunakan minyak nabati (mengandung asam lemak tak jenuh) daripada minyak hewani (mengandung asam lemak jenuh) dan margarin, terutama minyak zaitun; 4. Gunakan minyak nabati (mengandung asam lemak tak jenuh) sebagai pengganti minyak hewani (mengandung asam lemak jenuh) dan margarin, terutama minyak zaitun. 8. Gunakan buah segar sebagai pengganti makanan penutup, permen, madu dan kue-kue; 9. Makanlah daging merah maksimal 7 sampai 9 tael (340 sampai 450 gram) beberapa kali dalam sebulan, dan cobalah untuk menggunakan daging tanpa lemak; 10. Minumlah anggur merah dalam jumlah sedang, sebaiknya dengan makanan, dan hindari puasa. Tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas untuk wanita. 11. Selain diet seimbang, diet Mediterania juga menekankan prinsip-prinsip moderasi dan keseimbangan, gaya hidup sehat, sikap optimis terhadap kehidupan, dan olahraga sehari-hari.