Haruskah saya memilih tablet kalsium atau kalsium cair untuk suplementasi kalsium?

Ada berbagai macam suplemen kalsium yang beredar di pasaran saat ini, dengan suplemen yang lebih umum termasuk kalsium karbonat, kalsium sitrat, kalsium laktat dan kalsium glukonat. Ada juga bentuk padat seperti tablet, serbuk, pukulan dan kapsul, dan bentuk cair seperti air dan emulsi.

Kalsium Padat

Kalsium karbonat adalah bentuk kalsium padat yang paling umum tersedia di rumah sakit dan di pasaran, umumnya mengandung 40% kalsium, dan dapat dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Tablet kalsium karbonat sering dipasarkan sebagai kombinasi dengan sejumlah vitamin D, yang dapat melengkapi kedua elemen pada saat yang bersamaan.

Namun demikian, kalsium karbonat juga memiliki efek samping tertentu, terutama pada saluran pencernaan.

Kalsium karbonat menetralkan asam lambung untuk menghasilkan kalsium klorida, yang sebagian besar berinteraksi dengan bikarbonat dan fosfat dalam usus untuk menghasilkan kalsium karbonat dan kalsium fosfat yang sulit diserap dalam usus, sehingga menyebabkan konstipasi.
Reaksi dengan asam lambung melepaskan karbon dioksida yang menyebabkan perut kembung.
Aksi ion kalsium pada mukosa lambung merangsang pelepasan gastrin, menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung reaktif.

Kalsium sitrat, kalsium glukonat dan kalsium laktat, semuanya diklasifikasikan sebagai kalsium asam organik. Dibandingkan tablet kalsium anorganik biasa, tablet-tablet ini dicirikan oleh kelarutan air yang baik dan iritasi saluran cerna yang relatif rendah, tetapi mengandung kadar kalsium yang sedikit lebih rendah dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin.

Kalsium Cair

Kalsium cair adalah suplemen kalsium emulsi yang terbuat dari susu dan dipekatkan dengan ekstraksi pembekuan suhu ultra-rendah. Kalsium padat harus dipecah oleh asam lambung untuk membebaskan kalsium dari kompleks. Umumnya kalsium padat berpotensi membahayakan lambung dan menyebabkan ketidaknyamanan seperti produksi gas dan regurgitasi. Sebagai perbandingan, prosedur pembebasan ion kalsium untuk kalsium cair lebih mudah dan lebih aman.

Perlu dicatat bahwa penyerapan kalsium cair mirip dengan penyerapan suplemen kalsium padat, dan kunci suplementasi kalsium adalah dengan mengonsumsi secukupnya. Pasien harus melihat dosis kalsium yang terkandung ketika memilih suplemen kalsium dan mengonsumsi vitamin D dalam jumlah yang cukup bersama dengan suplemen kalsium.